- 1. Apabila langit telah terbuka, maka malaikat datang kepadanya dengan membawa rantai. Panjang rantai tsb. tujuh hasta. Rantai itu digantungkan ke leher orang tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya. Lalu malaikat mengumumkan : 'Ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah'. Ibnu Abbas r.a berkata, 'seandainya lingkaran rantai itu jatuh ke bumi pasti dapat membakar bumi'.
- 2. Allah tidak memandangnya dengan pandangan kasih sayang-Nya Allah tidak mensucikannya dan baginya siksa yang pedih.
- 3. Menjadi hitam pada hari kiamat wajah orang yang meninggalkan shalat, dan sesungguhnya dalam neraka Jahannam terdapat jurang yang disebut "Lam-lam". Di dalamnya terdapat banyak ular, setiap ular itu sebesar leher unta, panjangnya sepanjang perjalanan sebulan. Ular itu menyengat orang yang meninggalkan shalat sampai mendidih bisanya dalam tubuh orang itu selama tujuh puluh tahun kemudian membusuk dagingnya.
Sabtu, 17 Desember 2011
Akibat Meninggal kan sholat
- Para kafir sudah tau apa yg akan menimpanya di alam kubur dan alam akherat
Ini saya tambahin
SHALAT SUBUH
sekali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun atau sama dengan 60.000 tahun di dunia.SHALAT ZUHUR
sekali meninggalkannya dosanya sama seperti membunuh 1000 umat islam
SHALAT ASHAR
sekali meninggalkannya dosanya seperti menutup baitullah/ka ’bah
SHALAT MAGHRIB
sekali meninggalkannya dosannya sama seperti berzina dengan ibu sendiri
SHALAT ISYA
sekali meninggalkannya dosanya tidak di Ridhoi oleh Allah tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.
Selasa, 13 Desember 2011
Senin, 12 Desember 2011
Engkau bErarTi dalam hidup ku
Ketika malam ini tiada bintang.
Ada tuk cerahi kegelapan jiwaku.
Tapi senyum mu lebih dari cukup tuk terangi lagi jiwa ku.
Lisan ku dan semua yang berjalan serta setiap bunyi yang terdengar hanya indah nama mu.
Di setiap ruang dalam tubuh ini dan setiap tetes dari darah ini hanya dirimu yang bersemayan.
Aku disini dan dimana pun kaki ini terlangkah hanya ingin diri mu yang menggenggam erat tangan ku tuk menua dalam dunia yang semakin tua dengan segala kisah nya.
Aku sangat mencintai mu,menyayangimu layak nya nyawa ini terjaga.
Hanya engkau yang selalu ada di hatiku,di jiwaku,di setiap hembusan nafas ku dan di setiap denyutcinta ini.
karya : Febriza Cahyane
Ada tuk cerahi kegelapan jiwaku.
Tapi senyum mu lebih dari cukup tuk terangi lagi jiwa ku.
Lisan ku dan semua yang berjalan serta setiap bunyi yang terdengar hanya indah nama mu.
Di setiap ruang dalam tubuh ini dan setiap tetes dari darah ini hanya dirimu yang bersemayan.
Aku disini dan dimana pun kaki ini terlangkah hanya ingin diri mu yang menggenggam erat tangan ku tuk menua dalam dunia yang semakin tua dengan segala kisah nya.
Aku sangat mencintai mu,menyayangimu layak nya nyawa ini terjaga.
Hanya engkau yang selalu ada di hatiku,di jiwaku,di setiap hembusan nafas ku dan di setiap denyutcinta ini.
karya : Febriza Cahyane
"12 kUncI sUkses"
1. jAngan Lupa MeMbaca Alqur'an
2.Jagalah sHolat 5 waKtu
3.Jadilah Orang yang dErmawan
4.Jaga lisanmu,buat semua orng bahagia dan jangan suka menggunjing
5.Baktilah kepada orang tua
6.Jangan lupa mohon ampun dan baca sholawat Nabi agar dapat syafaat nya
7.biLA masuk rUmah beri sALAM,baca al-iklas 3 x,rezeki mu akan bertambah
8.Banyak minum air putih,setiap teguk baca bismillah,kamu akan sehat selalu
9.keCerdasan dan iman mu akan bertambah jika hobi membaca buku aagama
10.Bertanya lah kepada ahli nya jika kamu mengalami kesulitan
11.Hidup akan bahagia jika banyak bersyukur kepada Allah
12.Lakukan sholat hajat dan istikoroh setiap hari kesulitan mu akan berlalu
1. jAngan Lupa MeMbaca Alqur'an
2.Jagalah sHolat 5 waKtu
3.Jadilah Orang yang dErmawan
4.Jaga lisanmu,buat semua orng bahagia dan jangan suka menggunjing
5.Baktilah kepada orang tua
6.Jangan lupa mohon ampun dan baca sholawat Nabi agar dapat syafaat nya
7.biLA masuk rUmah beri sALAM,baca al-iklas 3 x,rezeki mu akan bertambah
8.Banyak minum air putih,setiap teguk baca bismillah,kamu akan sehat selalu
9.keCerdasan dan iman mu akan bertambah jika hobi membaca buku aagama
10.Bertanya lah kepada ahli nya jika kamu mengalami kesulitan
11.Hidup akan bahagia jika banyak bersyukur kepada Allah
12.Lakukan sholat hajat dan istikoroh setiap hari kesulitan mu akan berlalu
Rabu, 07 Desember 2011
Awal Mulanya Monas
Monas adalah kepanjangan dari Monumen Nasional – Menomen ini terletak persis di Pusat Kota Jakarta. Tugu Monas merupakan tugu kebanggaan bangsa Indonesia, selain itu monas juga menjadi salah satu pusat tempat wisata dan pusat pendidikan yang menarik bagi warga Indonesa baik yang dijakarta maupun di luar Jakarta. Tujuan pembangunan tugu monas adalah untuk mengenang dan mengabadikan kebesaran perjuangan Bangsa Indonesia yang dikenal dengan Revolusi 17 Agustus 1945, dan juga sebagai wahana untuk membangkitkan semangat patriotisme generasi sekarang dan akan datang.
Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.
Tugu Monas punya ciri khas tersendiri, sebab arsitektur dan dimensinya melambangkan kias kekhususan Indonesia. Bentuk yang paling menonjol adalah tugu yang menjulang tinggi dan pelataran cawan yang luas mendatar. Di atas tugu terdapat api menyala seakan tak kunjung padam, melambangkan keteladanan semangat bangsa Indonesia yang tidak pernah surut berjuang sepanjang masa.
Bentuk dan tata letak Monas yang sangat menarik memungkinkan pengunjung dapat menikmati pemandangan indah dan sejuk yang memesona, berupa taman di mana terdapat pohon dari berbagai provinsi di Indonesia. Kolam air mancur tepat di lorong pintu masuk membuat taman menjadi lebih sejuk, ditambah dengan pesona air mancur bergoyang.
Di dekat pintu masuk menuju pelataran Monas itu juga nampak megah berdiri patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda. Patung yang terbuat dari perunggu seberat 8 ton itu dikerjakan oleh pemahat Italia, Prof Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia.
Gagasan Pembangunan MonasGagasan awal pembangunan Monas muncul setelah sembilan tahun kemerdekaan diproklamirkan. Beberapa hari setelah peringatah HUT ke-9 RI, dibentuk Panitia Tugu Nasional yang bertugas mengusahakan berdirinya Tugu Monas. Panitia ini dipimpin Sarwoko Martokusumo, S Suhud selaku penulis, Sumali Prawirosudirdjo selaku bendahara dan dibantu oleh empat orang anggota masing-masing Supeno, K K Wiloto, E F Wenas, dan Sudiro.
Panitia yang dibentuk itu bertugas mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan Monas yang akan didirikan di tengah lapangan Medan Merdeka, Jakarta . Termasuk mengumpulkan biaya pembangunannya yang harus dikumpulkan dari swadaya masyarakat sendiri.
Setelah itu, dibentuk panitia pembangunan Monas yang dinamakan ”Tim Yuri” diketuai langsung Presiden RI Ir Soekarno. Melalui tim ini, sayembara diselenggarakan dua kali. Sayembara pertama digelar pada 17 Februari 1955, dan sayembara kedua digelar 10 Mei 1960 dengan harapan dapat menghasilkan karya budaya yang setinggi-tingginya dan menggambarkan kalbu serta melambangkan keluhuran budaya Indonesia.
Dengan sayembara itu, diharapkan bentuk tugu yang dibangun benar-benar bisa menunjukan kepribadian bangsa Indonesia bertiga dimensi, tidak rata, tugu yang menjulang tinggi ke langit, dibuat dari beton dan besi serta batu pualam yang tahan gempa, tahan kritikan jaman sedikitnya seribu tahun serta dapat menghasilkan karya budaya yang menimbulkan semangat kepahlawanan.
Oleh Tim Yuri, pesan harapan itu dijadikan sebagai kriteria penilaian yang kemudian dirinci menjadi lima kriteria meliputi harus memenuhi ketentuan apa yang dinamakan Nasional, menggambarkan dinamika dan berisi kepribadian Indonesia serta mencerminkan cita-cita bangsa, melambangkan dan menggambarkan “api yang berkobar” di dalam dada bangsa Indonesia, menggambarkan hal yang sebenarnya bergerak meski tersusun dari benda mati, dan tugu harus dibangun dari benda-benda yang tidak cepat berubah dan tahan berabad-abad.
Namun, dua kali sayembara digelar, tidak ada rancangan yang memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan panitia. Akhirnya, ketua Tim Yuri menunjuk beberapa arsitek ternama yaitu Soedarsono dan Ir F Silaban untuk menggambar rencana tugu Monas. Keduanya arsitek itu sepakat membuat gambarnya sendiri-sendiri yang selanjutnya diajukan ke ketua Tim Yuri (Presiden Soekarno), dan ketua memilih gambar yang dibuat Soedarsono.
Dalam rancangannya, Soedarsono mengemukakan landasan pemikiran yang mengakomodasi keinginan panitia. Landasan pemikiran itu meliputi kriteria Nasional. Soedarsono mengambil beberapa unsur saat Proklamasi Kemerdekaan RI yang mewujudkan revolusi nasional sedapat mungkin menerapkannya pada dimensi arsitekturnya yaitu angka 17, 8, dan 45 sebagai angka keramat Hari Proklamasi.
Bentuk tugu yang menjulang tinggi mengandung falsafah “Lingga dan Yoni” yang menyerupai “Alu”sebagai “Lingga” dan bentuk wadah (cawan-red) berupa ruangan menyerupai “Lumpang” sebagai “Yoni”. Alu dan Lumpang adalah dua alat penting yang dimiliki setiap keluarga di Indonesia khususnya rakyat pedesaan. Lingga dan Yoni adalah simbol dari jaman dahulu yang menggambarkan kehidupan abadi, adalah unsur positif (lingga) dan unsur negatif (yoni) seperti adanya siang dan malam, laki-laki dan perempuan, baik dan buruk, merupakan keabadian dunia.
Bentuk seluruh garis-garis arsitektur tugu ini mewujudkan garis-garis yang bergerak tidak monoton merata, naik melengkung, melompat, merata lagi, dan naik menjulang tinggi, akhirnya menggelombang di atas bentuk lidah api yang menyala. Badan tugu menjulang tinggi dengan lidah api di puncaknya melambangkan dan menggambarkan semangat yang berkobar dan tak kunjung padam di dalam dada bangsa Indonesia.
Proses Pembangunan MonasPembangunan tugu Monas dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu tahap pertama (1961-1965), kedua (1966-1968), dan tahap ketiga (1969-1976). Pada tahap pertama pelaksanaan pekerjaannya dibawah pengawasan Panitia Monumen Nasional dan biaya yang digunakan bersumber dari sumbangan masyarakat.
Tahap kedua pekerjaannya masih dilakukan dibawah pengawasan panitia Monas. Hanya saja, biaya pembangunannya bersumber dari Anggaran Pemerintah Pusat c.q Sekertariat Negara RI. Pada tahap kedua ini, pembangunan mengalami kelesuan, karena keterbatasan biaya.
Tahap ketiga pelaksanaan pekerjaan berada dibawah pengawasan Panitia Pembina Tugu Nasional, dan biaya yang digunakan bersumber dari Pemerintah Pusat c.q Direktorat Jenderal Anggaran melalui Repelita dengan menggunakan Daftar Isian Proyek (DIP).
Ruang Museum Sejarah Ruang museum sejarah yang terletak tiga meter dibawah permukaan halaman tugu memiliki ukuran 80X80 meter. Dinding serta lantai di ruang itu pun semuanya dilapisi batu marmer. Di dalam ruangan itu, pengunjung disajikan dengan 51 jendela peragaan (diorama) yang mengabadikan sejarah sejak jaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia, perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia hingga masa pembangunan di jaman orde baru. Di ruangan ini pula, pengunjung juga dapat mendengar rekaman suara Bung Karno saat membacakan Proklamasi.
Ruang KemerdekaanSementara di ruang kemerdekaan yang berbentuk amphitheater terletak di dalam cawan tugu, terdapat empat atribut kemerdekaan meliputi peta kepulauan Negara RI , Lambang Negara Bhinneka Tunggal Ika, dan pintu Gapura yang berisi naskah Proklamasi Kemerdekaan.
Di pelataran puncak tugu yang terletak pada ketinggian 115 meter dari halaman tugu memiliki ukuran 11X11 meter, pengunjung dapat mencapai pelataran itu dengan menggunakan elevator (lift-red) tunggal yang berkapasitas sekitar 11 orang.
Di pelataran yang mampu menampung sekitar 50 orang itu juga disediakan empat teropong di setiap sudut, dimana pengunjung bisa melihat pemandangan Kota Jakarta dari ketinggian 132 meter dari halaman tugu Monas.
Lidah api yang terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dengan tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Seluruh lidah api dilapisi lempengan emas seberat 35 kilogram, dan kemudian pada HUT ke-50 RI, emas yang melapisi lidah api itu ditambah menjadi 50 kilogram.
AGAR SHOLAT TAK SIA-SIA
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,kata sia-sia uang memiliki empat arti.pertama adalah terbuang buang saja,tidak ada guna nya.kedua,omomg kosong.ketiga gagal / tidak berhasil.ke empat adalah dengan sembarangan / tidak d pikirkan dengan baik.
Sebab-sebab sholat kita sia-sia terdapat 2 faktor,yaitu faktor internal dan eksternal.pertama marilah kita mengetahui faktor-faktor internal adalah sebagai berikut :
1.mengabaikan bersuci
2.tidak menyempurnakan wudhu
3.tidak membaca alfatihah
4.tidak menyempurnakan rukuk dan sujud
5.sengaja mendahului iman
6.tidak tukmaninah
7.tidak khusyuk
8.tidak sholat berjamah di mesjid bagi laki-laki
adapun faktor internal adalah sebagi berikut :
1.mempercayai dukun atau paranormal
2.meminum-minuman keras
3.menyakiti tetangga
4.memakai wangi-wangian pergi ke mesjid bagi wanita
5.memakai atau memakan barang haram
6.membuat marah suami
7.memakai pakaian melebihi mata kaki bagi kaum laki-laki
Jumat, 02 Desember 2011
"
baPak/ibuk...
kasih sayang kuu,mngkin taq bsa membyar Cinta kasih sayang mu bgtu besar...
kepatuhan ku kpdamu,,
tak seberapa yang engkau berikan pada ku....
keiklasan mu adalah membuat aku sukses...
kasih sayang kuu,mngkin taq bsa membyar Cinta kasih sayang mu bgtu besar...
kepatuhan ku kpdamu,,
tak seberapa yang engkau berikan pada ku....
keiklasan mu adalah membuat aku sukses...
Langganan:
Komentar (Atom)