Febriza Cahyane
Kamis, 25 April 2013
LATAR BELAKANG
Dalam berbagai kepustakaan linguistik,semantik disebutkan sebagai bidang linguistik yang objek penelitiannya adalah makna bahasa. Status tataran semantik tidak sama dengan tataran fonologi,morfologi,dan sintaksis.Semantik dengan objeknya makna,berada pada semua tataran fonologi,morfologi,dan sintaksis. Menurut chomsky (dalam faizah:2010:69) semantik merupakan salah satu komponen dari tata bahasa( dua komponen lain adalah fonologi dan sintaksis ) dan makna kalimat sangat ditentukan oleh komponen semantik ini.Pembicaraan tentang masalah medan makna termasuk kedalam ruang lingkup bidang pengkajian makna kata atau semantik. Studi tentang makna kata atau semantik merupakan lahan penelitian yang masih terbuka. Artinya , masih banyak penelitian tentang makna yang belum dikerjakan. Pembicaraan tentang medan makna merupakan bagian dari sistem semantik bahasa yang menggambarkan bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu dan yang terealisasi oleh seperangkat unsur leksikal yang maknanya berhubungan.
MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA
1. Medan Makna
Harimurti (dalam Chaer 2009:110) menyatakan bahwa medan makna ( semantic field,semantic domain) adalah bagian dari sistem semantik bahasa yang menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu yang direalisasikan oleh seperangkat unsur leksikal yang maknanya berhubungan. Umpamanya,nama-nama warna membentuk bentuk medan makna tertentu. Begitu juga dengan nama perabot rumah tangga,istilah pelayaran,istilah olahraga,istilah perkerabatan,istilah pertukangan,dan sebagainya. Benda,kegiatan,peristiwa,proses,semuanya diberi label yang disebut lambang. Setaip lambang dibebani unsur yang disebut makna. Kadang-kadang,meskipun lambang itu berbeda-beda,tetapi makna lambang-lambang tersebut memperlihatkan hubungan - hubungan makna. Sebagai contoh kata membawa,memikul,menjinjing , dan menjunjung. Pertalian makna nya,yakni seseorang yang menggunakan tangan,kepala atau bahunya,memindahkan sesuatu dari tempat yang satu ketempat yang lainnya. Dengan kata lain ada aktivitas.aktivitas itu dilaksanakan oleh manusia. Jangkauan makna inilah disebut dengan medan makna suatu kata. Dengan demikian,banyak kata yang dimasukkan kedalam jangkauan makna. Fitur medan makna dapt diihat sebagai berikut :
i. Bentuk/ukuran
ii. Tingkat-tingkat dalam hierarki
iii. Keanggotaan kata
iv. Kebermacaman kata
v. Lingkungan kata yang semuanya dapat dikelompokkan sebagi berikut :
a. Etnitas atau objek
b. Kegiatan
c. Abstraksi
d. Penghubung
Dalam beberapa hal,medan makna yang berbeda dapat diasosiasikan dengan kelas gramtikal yang sama ,dalam keadaan lain,makna dapat dilambangkan dengan bentuk-bentuk kelas gramatikal yang berbeda. Misalnya kata cantik yang termasuk medan makna abstrak yang kualitatif,dapat muncul sebagai adjektiva. Hal itu terlihat pada urutan kata gadis itu cantik,dapa juga sebagai nomina,misalnyadalam urutan kedalam urutan kata kecantikannya belum tertandingkan; dapat juga dianggap sebagai verba. Karena medan makna merupakan kelompok kata yang maknanya saling terjalin,maka kata-kata umum dapat mempunyai anggota yang disebut hiponim. Hal ini terbukti dengan adanya kata tumbuh-tumbuhan yang mempunyai himponim : bunga,durian,jagung,kelapa,pisang,sagu,tomat,ubi.
Kata atau unsur leksikal yang maknanya yang berhubungan dalam satu bidang tertentu jumlahnya tidak sama dari satu bahasa dengan bahasa lain,sebab berkaitan erat dengan kemajuan atau situasi budaya masyarakat bahasa yang bersangkutan. Unsur kosakata dalam setiap bahasa ada yang berhubungan makna satu dengan makna satu dengan yang lain melalui jalinan makna atau hubungan makna. Menurut Kridaklasana ( dalam Departemen Pendidikan Nasional:2002:7) leksem adalah kata atau frasa yang merupakan satuan bermakna. Sebuah leksem merupakan bentuk dasar. Berdasarkan maknanya leksem ini dapat dipisah-pisahkan menjadi beberapa kelompok leksem yang masing-masing membentuk sebuah medan makna ( semantic field ).Nida (dalam Departemen Pendidikan Nasional :2002:7) mengatakan bahwa pada dasarnya medan makna itu terdiri atas seperangkat makna yang mempunyai komponen umum yang sama. Nida memberikan contoh yaitu bahwa leksem ayah,ibu,anak,dan paman berada dalam satu medan makna berdasarkan makna umum yang dimiliki bersama,yaitu manusia dan pertalian keluarga. Sebuah medan makna merupakan sekelompok kata yang mempunyai hubungan makna yang sering kali ditempatkan dibawah kata yang umum,misalnya kata merah,biru,hijau,dan kuning berada dibawah kata warna. Dalam hubungan seperti itu,kata atau leksem biru,hijau dan kuning merupakan hiponim kata atau leksem warna,sedangkan kata atau leksem warna berkedudukan sebagai superordinat keempat kata atau leksem itu. Dalam sebuah medan makna ternyata tidak selalu ditemukan sebuah leksem superordinat dan leksem-leksem hiponimnya.
Kolokasi ( berasal daru bahasa latin colloco yang berarti ada di tempat yang sama dengan) menunjuk pada hubungan sintagmatik yang terjadi antara kata-kata atau unxur leksikal itu. Misalnya, pada kalimat Tiang Layar perahu nelayan itu patah dihantam badai,lalu perahu itu digulung ombak,dan tenggelam beserta isinya,kita dapati kata-kata layar,perahu,nelayan,badai,ombak,dan tenggelam yang merupakan kata-kata dalam satu kolokasi,satu tempat atau lingkungan. Dalam pembicaraan tentang jenis makna ada juga istilah kolokasi,yaitu jenis makna kolokasi. Yang dimaksud disini adalah makna kata yang tertentu berkenaan dengan keterikatan kata tersebut dengan kata lain yang merupakan kolokasinya. Misalnya kata tampan,cantik,dan indah sama-sama bermakna denotatif ‘ bagus “.
Kalau kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmatik karena sifat nya yang linear maka set menunjuk pada hubungan paradigmatik karena kata-kata atau unsur-unsur yang berada dalam suatu set dapat saling menggantikan. Suatu set biasanya berupa sekelompok unsur leksikal dari kelas yang sama yang tampaknya merupakan kesatuan satu kesatuan. Setiap unsur leksikal dalam suatu set dibatasi oleh tempatnya dalam hubungan dengan anggota-anggota dala set tersebut. Misalnya kata remaja merupakan tahap pertumbuhan antara kanak-kanak dengan dewasa . Sejuk adalah suhu dianatara dingin dan hangat. Maka kalau dibagankan kata-kata yang berada dalam stau set dengan kata remaja dan sejuk adalah sebagai berikut :
SET bayi dingin
(PARADIGMATIK) kanak-kanak sejuk
Remaja hangat
Dewasa panas
Manula terik
Pengelompokan kata berdasarkan kolokasi dan set dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai teori medaan makna,meskipun makna unsur-unsur leksikal itu sering bertumpah tindih dan batas-batasnya seringkali juga menjadi kabur.selain itu pengelompokan ini juga kurang memperhatikan perbedaan antara yang disebut denotasi dan makna konotasi; antar makna dasar dari suatu kata atau leksem dengan makna tambahan dari kata itu. Oleh karena itu,secara semantik diakui bahwa pengelompokan kata atau unsur-unsur yang leksikal secara kolokasi dan set hanya menyangkut satu segi makna,yaitu makna dasarnya saja. Sedangkan makna seluruh tiap kata atau unsur leksikal itu perlu dilihat dan dikaji secara terpisah dalam kaitannya dengan penggunaan kata atau unsur leksikal tersebut di dalam pertuturan. Setiap unsur leksikal memiliki komponen makna masing-masing yang mungkin ada persamaannya dan ada perbedaannya dengan unsur leksikal lainnya.
2. Komponen Makna
Komponen makna atau komponen semantik ( semantic feature,semantic property,atau marker) mengajarkan bahwa setiap kata atau unsur leksikal terdiri dari satu atau beberapa unsur yang bersama-sama membentuk makna kata atau makna unsur leksikal tersebut. Misalnya,kata ayah mengandung komponen makna atau unsur makna : + insan,+ dewasa;+jantan,dan + kawin; dan ibu mengandung komponen makna : + insan, + dewasa,- jantan,dan +kawin. Dapat digambarkan di tabel dibawah ini :
Komponen Makna Ayah Ibu
1. Insan + +
2. Dewasa + +
3. Jantan + -
4. Kawin + +
Keterangan : tanda + berarti mempunyai komponen makna tersebut,dan
Tanda – berarti tidak mempunyai komponen makna tersebut.
Berdasarkan deretan bentuk yang diperlihatkan di depan,diperoleh kenyataan mengenai adanya perbedaan dan hubungan makna. Perbedaan makna sebagai akibat perubahan bentuk diperlukan karena pemakai bahasa memerlukannya. Kalau begitu dapat dapa dikatakan bahwa pembeda makna akan terjadi karena perbedaan bentuk,perubahan bentuk mengakibatkan adanya hubungan makna.
Dalam BI terdapat kata Ayah. Orang telah mengetahui makna inti kata ayah. agar dipahami makna ayah,orang dapat mengontras dengan kata ibu. Dapat dilihat atau dapat digambarkan akan terlihat sebagai berikut :
Kakek Nenek
Ayah Ibu Paman Bibi
Sepupu
Saya Sdr.lelaki Sdr. Perempuan
Anak L Anak P Ponakan L Ponakan P sepupu
Cucu L Cucu P
Berdasarkan gambar ini,terlihat posisi kata ayah terhadap kata saya; posisi kata ayah terhadap kata kakek,dan seterusnya. Untuk membedakannya tidak sulit. Tetapi ambillah kata saya dan kata saudara laki-laki saya. Dilihat dari segi jenis kelamin,kata saya dan kata saudara dan kata saudara laki-laki saya,sama,jika saya adalah laki-laki. Dilihat dari segi turunan,kata saya dan kata saudara laki-laki saya seturunan karena berasal dari ayah dan ibu yang sama ( kalaupun tidak seayah atau tidak seibu,toh tetap dikatakan saudara laki-laki saya ).
Prosedur menganalisis Komponen Makna
Untuk menganalisis makna dapat digunkan berbagai prosedur. Nida (dalam Pateda : 2001:275) menyebutkan 4 prosedur untuk menganalisis komponen makna. Prosedur itu ialah :
i. Penyebutan
ii. Memafrasa
iii. Mendefenisikan
iv. Mengklasifikasi.
DAFTAR PUSTAKA
Faizah,Hasnah:2010: “ Linguistik Umum”:Pekanbaru,Riau: Cendikia Insani
Pateda,Mansoer:2001: “Semantik Leksikal”:Jakarta:PT. Rineka Cipta
Chaer,Abdul:2009:”Pengantar Semantik Bahasa Indonesia : Jakarta:PT. Rineka Cipta
Departemen Pendidikan Nasional:2002:” Medan Makna Rasa Dalam Bahasa Bali”:Jakarta:Pusat Bahasa
Departemen Pendidikan Nasional:2002:” Medan Makna Dalam Bahasa Gorontalo”:Jakarta:Pusat Bahasa
Jumat, 15 Maret 2013
MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN
1. Medan Makna
Harimurti didalam buku chaer medan makna adalah bagian dari sistem semantik bahasa yang menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam semesta tertentu dan yang direalisasikan oleh seperangkat unsur leksikal yang makna nya berhubungan. Kata atau unsur leksikal yang maknanya berhubungan dalam satu bidang tertentu jumlahnya tidak sama dari satu bahasa dengan bahasa lainnya,sebab berkaitan dengan kemajuan atau situasi budaya masyarakat bahasa yang bersangkutan. Contoh nya nama perabot rumah tangga, istilah kekerabatan, dan istilah olahraga dll.
Nama-nama istilah perkerabatan dalam bahasa indonesia adalah cucu,cicit,piut,bapak/ayah,ibu,kakek,nenek,moyang,buyut,paman,bibi,saudara,kakak,adik,sepupu,kemenakan,istri,suami,ipar,mertua,menantu,dan besan.
Kata –kata yang berada dalam satu medan makna dapat digolongkan menjadi dua,yaitu yang termasuk golongan kolokasi dan golongan set. Kolokasi ( berasal dari bahasa latin colloco yang berarti ada ditempat yang sama dengan) menunjukkan kepada hubungan sintagmatik yang terjadi antara kata-kata atau unsur-unsur leksikal itu. Misalnya,pada kalimat tiang layar perahu nelayan itu patah dihantam badai,lalu perahu itu digulung ombakdan tenggelam beserta isinya ,kita dapati kata-kata layar,perahu,nelayan,badai,ombak,dan tenggelam yang merupakan kata-kata dalam satu kolokasi ,satu tempat atau lingkungan. Jadi berkolokasi ditemukan bersama atau berada bersama dalam satu tempat atau lingkungan. Jadi,kata-kata yang berkolasi ditemukan bersama atau berada bersama dalam stu tempat atau satu lingkungan. Dalam pembicaraan tentang jenis makna ada juga istilah kolokasi,yaitu makna kolokasi. Yang dimaksud disini adalah makna kata yang tertentu berkenaan dengan keterikatan kata tersebut dengan kata lain yang merupakan kolokasinya. Misalnya kata tampan,cantik,dan indah sama-sama bermakna denotatif “ bagus”. Tetapi kata tampan memiliki komponen atau ciri makna (+ laki-laki ) sedangkan kata cantik memiliki komponen atau ciri makna (-laki-laki),dan kata indah memiliki komponen atau ciri makna (- manusia ). Oleh karena itulah,ada bentuk pemuda tampan,gadis cantik,dan pemandangan indah,sedangkan bentuk *pemuda indah,*gadis tampan.*pemandangan cantik tidak dapat diterima.
Kalau kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmatik karena sifatnya yang linear maka set menunjuk pada hubungan paradigmatik karena kata-kata atau unsur-unsur yang berada dalam suatu set dapat saling menggantikan. Suatu set biasanya berupa sekelompok unsur leksikal dari kelas yang sama yang tampaknya merupakan satu kesatuan. Contoh nya kata remaja merupakan pertumbuhan tahap pertumbuhan anak-anak dengan
Pengelompokam kata berdasarkan kolokasi dan set dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai teori medan makna,meskipun unsur-unsur leksikal itu sering bertumpang tindih dan batas-batasnya sering kali juga menjadi kabur. Selain itu pengelompokan ini juga kurang memperhatikan perbedaan antara dasar dari suatu kata atau leksem dengan makna tambahan dari kata itu. Misal nya kata remaja dalam contoh diatas hsnys menunjukkan pada jenjang usia,yang barangkali antara 14-17 tahun. Padahal kata remaja juga sekaligus mengandung pengertian atau makna tambahan belum dewasa,keras kepala,bersifat kaku,suka mengganggu,membantah,mudah berubah-ubah sikap,pendirian dan pendapat.contoh lain,kata wanita,selain memiliki makna dasar manusia dewasa berkelaminan betina,juga memiliki makna tambahan seperti modern,berpendidikan cukup,tidak berkebaya,dan sebagainya.
2. Komponen Makna
Komponen makna atau komponen semantik ( semantic feacture,semantic property,atau semantic marker) mengajarkan bahwa setiap kata atau unsur leksikal terdiri dari satu atau bebrapa unsur yang bersama-sama membentuk kata atau makna unsur leksikal tersebut.
Komponen Makna Ayah Ibu
1. Insan + +
2. Dewasa + +
3. Jantan + -
4. Kawin + +
Keterangan : tanda + mempunyai komponen makna tersebut
Tanda – berarti mempunyai komponen makna tersebut.
Sebagai contoh Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S.Poerwardinata mendefenisikan kata kuda sebagai “ binatang menyusui yang berkuku dan biasanya dipiara orang untuk kendaraan”. Jadi,ciri binatang menyusui,berkuku satu, dan diasanya dipiara orang adalah yang menjadi ciri umum.lalu,ciri makna “ kendaraan “ menjadi ciri khusus yang membedakannya dengan sapi dan kambing. Untuk lebih jelas beda nya mari lihat bagan dibawah ini :
Ciri-ciri Kuda Sapi Kambing
Menyusui + + +
Berkuku + + +
Dipiara + + +
kendaraan - - -
Ada tiga hal yang perlu dikemukakan sehubungan dengan analisis Binear tersebut adalah :
Pertama : ada pasangan kata yang salah atu daripadanya lebih bersifat netral atau umum sedangkan yang lain lebih bersifat khusus. Misalnya,pasangan kata “ mahasiswa” dan “ mahasiswi” . Kata " mahasiswa” lebih bersifat umum dan netral karena dapat termasuk “ pria” dan “ wanita”, sebaliknya kata mahasiswi lebih bersifat khusus karena hanya mengenai wanita, jadi :
Ciri Mahasiswa Mahasiswi
Pria + -
Wanita + +
Unsur leksikal yang bersifat umum seperti kata “ mahasiswa” ini dikenal sebagai anggota yang tidak bertanda dari pasangan itu. Dalam diagram anggota yang tidak bertanda ini diberi tanda 0 atau ±,sedangkan anggota yang lebih khusus dikenal sebagai anggota yang bertanda. Dalam diagram diberi + kalau memiliki ciri itu dan tanda – jika tidak memiliki ciri itu.
Kedua : ada kata atau unsur leksikal yang sukar dicari pasangannya karena memang mungkin tidak ada,tetapi ada juga yang mempunyai pasangan lebih dari satu. Contoh nya kata “ berdiri “ . kata “berdiri” bukan hanya dipertentangkan dengan kata duduk,tetapi juga dengan kata tiarap,rebah,tidu,jongkok,dan berbaring.
Duduk
Berdiri Rebah
Tidur
Jongkok
Berbaring
Ketiga : kita seringkali mengatur ciri-ciri semantik itu secara bertingkat,mana yang lebih bersifat umum,dan mana yang lebih bersifat khusus. Umpanya ciri ( jantan ) dan ( dewasa ),mana yang lebih bersifat umum jantan atau dewasa. Bisa jantan tetapi bisa pula dewasa ,sebab tidak ada alas an bagi kita untuk menyebutkan cirri ( jantan ) lebih bersifat umum daripada cirri ( dewasa ),atau juga sebaliknya,karena cirri satu tidak menyiratkan cirri makna yang lain.
3. Kesesuaian Semantis dan Gramatis
Seorang bahasawan atau penutur suatu bahasa dapat memahami dan menggunakan
bahasanya bukanlah karena dia menguasai semua kalimat yang ada di dalam bahasanya itu,
melainkan karena adanya unsur kesesuaian atau kecocokan ciri-ciri lain semantik antara unsur
leksikal yang satu dengan unsur leksikal lain. Umpamanya,antara kata wanita dan mengandung tidak ada kesesuaian cirri semantik. Tetapi antara jejaka dan mengandung tidak ada kesesuaian cirri itu.
Cirri Wanita Jejaka
Insan + +
Mengandung + -
.
Sabtu, 02 Maret 2013
CINTA TANPA RESTU ORANGTUA
Ada sepasang kekasih menjalin hubungan yang begitu lama,sekitar 3 tahun lebih.
sang laki2 dan sang perempuan tinggal ditempat desa yang sama .
suatu hari,sang cowok membawa sang perempuan pergi kerumah sang cowok untuk diperkenalkan oleh kedua orang tua sang cowok. sesampai nya dirumah orangtua nya, keluarga nya menyambut dengan baik. disangka perempuan sang kedua orang tua nya suka terhadap sang perempuan.setelah beberapa jam kemudian,sang perempuan meminta diantarkan pulang kembali kerumah nya. dan sang laki2 pun mengantar sang perempuan itu pulang.. setelah pulang mengantar sang wanita,,sang laki2 pulang kerumahnya juga. setiba dirumah, ibunya tidak menyukai terhadap sang perempuan dan berkata " nak,kalau bisa carilah wanita lain !!! bukan karena ibu gak suka sama sang perempuan itu, tetapi ibu,tidak suka terhadap orangtua nya. akhirnya, sang laki2 langsung bilang terhadap perempuan itu. dan perempuan langsung mengambil keputusan terhadap laki2 itu ... akhirnya hubungan itu pupus sudah ditengah jalan. sang laki2 sudah berusaha meyakinkan sang perempuan. tetapi,sang perempuan tidak mau hubungan yang tanpa direstui orang tua...
by : febriza cahyane
sang laki2 dan sang perempuan tinggal ditempat desa yang sama .
suatu hari,sang cowok membawa sang perempuan pergi kerumah sang cowok untuk diperkenalkan oleh kedua orang tua sang cowok. sesampai nya dirumah orangtua nya, keluarga nya menyambut dengan baik. disangka perempuan sang kedua orang tua nya suka terhadap sang perempuan.setelah beberapa jam kemudian,sang perempuan meminta diantarkan pulang kembali kerumah nya. dan sang laki2 pun mengantar sang perempuan itu pulang.. setelah pulang mengantar sang wanita,,sang laki2 pulang kerumahnya juga. setiba dirumah, ibunya tidak menyukai terhadap sang perempuan dan berkata " nak,kalau bisa carilah wanita lain !!! bukan karena ibu gak suka sama sang perempuan itu, tetapi ibu,tidak suka terhadap orangtua nya. akhirnya, sang laki2 langsung bilang terhadap perempuan itu. dan perempuan langsung mengambil keputusan terhadap laki2 itu ... akhirnya hubungan itu pupus sudah ditengah jalan. sang laki2 sudah berusaha meyakinkan sang perempuan. tetapi,sang perempuan tidak mau hubungan yang tanpa direstui orang tua...
by : febriza cahyane
Jumat, 01 Maret 2013
kamu
kamu merupakan terindah didalam hidupku..........
saat kita bersama,,,kita telah menghabiskan waktu yang terindah...
berjalan 3 tahun hubungan kita,,ternyata pupus ditengah jalan
disebabkan oleh oarng ketiga
saat kita bersama,,,kita telah menghabiskan waktu yang terindah...
berjalan 3 tahun hubungan kita,,ternyata pupus ditengah jalan
disebabkan oleh oarng ketiga
Langganan:
Komentar (Atom)